SHOPPING CART

close

Mencari Peluang bisnis di Tempat Konveksi Topi

Mencari Peluang bisnis dan tantangan di tempat konveksi topi

Saat ini, sangat berat untuk menjadi pelaku jasa di  tempat konveksi topi di bandung. Revolusi teknologi, kompetisi local dan global, model bisnis baru, standar yang lebih keras untuk meningkatkan modal, pasar tenaga kerja yang lebih ketat, kompetisi yang terus meningkat.

tempat konveksi topi di bandung

Oleh karena itu banyaknya tantangan yang menghadang di  tempat  konveksi topi di bandung saat ini, maka di perlukan model performa yang dapat menyediakan tuntunan sikap. Model ini bisa berupa rill atau fisik. Atau gabungan keduanya.

Tantangan buat penggiat jasa awal menggunakan cerita Horaito Alger, yang menyatakan bahwa kerja keras dan tindakan luhur akan menghasilkan kesuksesan bisnis.kemudian munculah karier-karier yang hampir menyerupai mitos, seperti Henry Ford, Thomas Edison, John D Rockefeller, Walt Disney dan sekumpulan pengusaha hebat lainnya yang namanya diletakan pada korporasi raksasa saat ini.

Namun, saat ini panutan dalam bisnis telah menjadi ketidak-kepercayaan. Berjuang mendapatkan kesusksesan di dalam bisnis tanpa model atau petunjuk sikap dan prinsip yang dipegang seperti berkeliaran di rawa tanpa kompas.

Mengelola bisnis, yang serupa dengan pasir isap, ular berbisa dan serangga penyebab malaria, memerlukan system navigasi yang terstruktur, disiplin, lengkap, dan dinamis. Ada tahapan-tahapan yang harus di hadapi apalagi di jasa tempat konveksi topi, apa saja itu ?

Membangun jaringan bisnis

Di tempat konveksi topi pun perlu membuat jaringan dan kemampuan: “Kemampuan teknis dan kemampuan memahami persoalan yang tengah diselesaikan”.  Memang menjadi hal wajib untuk ditempatkan sebagai fokus startup khusunya di  tempat konveksi topi di bandung.  . Keduanya memiliki peran penting dalam membawa bisnis satu langkah ke depan.

Namun bisnis tidak hanya soal itu, sebagai bisnis baru (starup) atau bisnis yang sudah lama tumbuh  butuh terhubung dengan banyak pihak selain pelanggan. Seperti halnya terhubung dengan investor, dengan sesama penggiat bisnis atau bisa disebut dengan komunitas, dan lain-lain. Dengan kata lain, bisnis butuh mengembangkan jaringan, baik dalam rangka mendapat wawasan dari banyak sudut pandang, atau hanya untuk menambah relasi yang bisa menjadi awal kolaborasi.

Jalinan relasi sebuah bisnis bisa dibangun melalui dua jalur. Pertama jalur bisnis yang menghubungkan setiap individu sebagai perwakilan bisnis dengan perwakilan bisnis lainnya. Biasanya acara-acara seperti event,  pitching, festival startup atau acara formal yang terselenggara merupakan awal terbentuknya sebuah jaringan.

Jalur kedua untuk membangun relasi ini adalah jalur personal atau individu. Ini bisa berawal dari komunitas, kenalan dan lain sebagainya. Butuh usaha yang besar, karena tidak semua orang bisa betah dalam acara atau kesempatan untuk membangun networking. (dailysocial[dot]id)

Kode atau bentuk desain sebuah modeling bisnis

kode menurut kbbi adalah ko.de /kodê/tanda (kata-kata, tulisan) yang disepakati untuk maksud tertentu (untuk menjamin kerahasiaan berita, pemerintah, dan sebagainya), kumpulan peraturan yang bersistem atau kumpulan prinsip yang bersistem atau aturan transformasi data atau informasi lainnya dari satu bentuk simbolik ke bentuk lainnya

kode ini disikapi dengan sangat serius. Prinsip yang di gunakan untuk menuntut tindakan adalah prinsip yang jelas. Di Jepang abad keenam belas, (seperti pada cerita atau sejarah para samurai mereka mempunyai kode-kode tertentu dalam kehidupan kesahariannya). Pelanggaran terhadap kode dapat membuat seseorang terbunuh. Menariknya, tidak ada hal semacam ini yang dijadikan sebagai kode pemimpin dalam menjalankan bisnis, bahkan yang tidak resmi sekalipun.

Bahkan, kode bukanlah hal yang akrab dengan kita. Ada code of the west. Pramuka juga punya kode. Kebanyakan militer memiliki kode resmi dan tidak resmi. Dokter mempunyai sumpah Hippocratic dan bahakan pengacara juga memilikinya. Akan tetapi, tidak ada kode yang muncul bagi role model bisnis. di tempat konveksi topi di bandung. Dan itu persoalanya.

Alasan mengapa tidak ada kode untuk para pelaku jasa di tempat konveksi topi di bandung adalah sederhana. Kebanyakan orang bisnis percaya bahwa menganut suatu kode akan membatasi kemampuan mereka memperoleh apa yang mereka inginkan-yang dalam banyak hal akan membatas kemampuan mereka untuk menghasilkan uang. Hal yang lucu adalah bagi sebagian besar orang, kepercayaan ini tidak benar.

 “Coba di luruskan. Apakah para pelaku bisnis tidak mempunyai kode dan mereka memerlukannya. Samurai memeiliki kode, teteapi mereka tidak lagi ada maka untuk itu para pelaku bisnis di tempat konveksi topi bandung sebaikknya mengambil kode samurai itu”.

Info dan kontak kami

Whatsapp +62 81221606010

Tags:

0 thoughts on “Mencari Peluang bisnis di Tempat Konveksi Topi

Leave a Reply

Your email address will not be published.